Selasa, 03 Juni 2014

Edit

Tak Perlu..


Saya rasa tak perlulah Tuhan menjelma menjadi dalam bentuk manusia, turun ke Bumi dari singgasanaNya supaya manusia2 lain meniru akhlak yang diinginkan-Nya.

Saya rasa tak perlulah Tuhan merendahkan diri-Nya dalam bentuk manusia, apalagi untuk menebus dosa-dosa.

Kalau mau tau akhlak seperti apa yang diinginkan Tuhan, baca dan pahami saja cara Tuhan menyampaikan pesan-Nya.. melalui Al-Qur’an..

Dalam surat ‘Abasa, Allah menegur langsung Muhammad karena bermuka masam terhadap seorang buta, Abdullah bin Ummi Maktum. Buat yg belum tau kisahnya, saat itu Rasul sangat bersemangat berdakwah dihadapan para petinggi Quraisy namun saat ia hendak menyampaikan dakwahnya, datanglah seorang yg buta hendak bertanya pada beliau. Rasul tidak menghardiknya, tentu saja, tapi Rasul memalingkan wajahnya, seraya menunda menjawab pertanyaan orang buta itu demi mendahulukan orasi depan petinggi Quraisy. Rasul berpikir ini kesempatan yg langka berdakwah didepan petinggi Quraisy karena jika mereka masuk Islam maka dakwah akan menjadi lebih mudah. Begitu pikir Rasul.

Namun Allah berkata lain, Allah menegur Rasul karena perbuatannya.. satu-satunya manusia yang ditegur Allah dan diabadikan dalam Qur’an sehingga semua umat manusia tahu kesalahannya hanyalah Nabi Muhammad SAW. Coba, seandainya saja kita berbuat kesalahan, ditegur dan semua orang tau kesalahan kita bagaimana perasaan kita? Tentu malu..

Namun Rasul tidak. Karena Allah menyampaikan tegurannya dengan bahasa yang sungguh indah.

"Wahai yang bermuka masam"

Bukan

"Wahai yang berbuat kesalahan kemarin"

Dan bukan

"Wahai kamu yang tidak menuruti perintahKu"

Dan lain-lain sebagainya..

Ada satu hal yang dapat kita pelajari dari cara Allah menyampaikan tegurannya pada Nabi. Yakni, janganlah menyampaikan teguran secara kasar.. Pujilah dulu, lembutkanlah.. sebelum engkau memberitahu kesalahannya sehingga kau tetap menjaga hati orang tersebut..

Wallahua’lam bisshawab

Teringat materi Kajian zuhur lt.16

0 comments:

Posting Komentar